Everything is here and only for you

Friday, 8 January 2010

hancurnya sebuah persahabatan

Kejadian itu bermula saat aku masih kelas 1 SMK. Saat itu aku baru pulang dari bimbel, aku nggak nyangka kalau hari itu akan hujan aku sangat bingung karena tak ada orang yang bisa aku suruh buat jemput aku “ih…….sebellll dech kenapa hari ini hujan gimana cara aku pulang ya?” omelku dalam hati. Setelah lama menanti ahkirnya aku kepikiran satu orang yang bisa aku suruh jemput aku “oh….ya gimana kalau aku suruh Nirwan ja buat jemput aku, pasti dech dia mau” ahkirnya aku putusin buat nyuruh Nirwan cowok aku buat jemput aku, aku mencoba untuk menghubungi dia “halo Wan….kamu bisa nggak jemput aku sekarang soalnya nggak ada orang dirumah buat aku suruh jemput aku, bisa nggak”tanyaku ke Nirwan “aduh…….Nis aku nggak bisa soalnya aku masih nungguin nyokap nich, sorry ya”jawab Nirwan. Mendengar jawaban Nirwan hatiku makin bingung tiba2 Nirwan berkata “ech…..gimana kalau kamu suruh Bima buat jemput kamu”, “oh…iya ya wan koq aku nggak kepikiran Bima ya, ya udah aku suruh dia dulu ya buat jemput aku”jawabku girang “iya maaf ya aku nggak bisa jemput kamu”, “nggak pa pa koq wan”setelah kututup telepon dari Nirwan aku langsung menghubungi Bima, dan ternyata Bima sanggup buat jemput aku, aku senang banget dengar jawaban Bima. Bima adalah sepupu aku, selain sebagai sepupu aku dia juga cowok dari sahabat karibku, sahabatku dari kecil dan mungkin dia adalah satu-satunya sahabat yang aku punya karena saking akrabnya kita. Setelah dapat SMS dariku Bimapun langsung berangkat karena takut aku nunggu lama, tapi hujannya sangat lebat jadi menganggu pandangan Bima karena waktu itu dia bawa motor dan ditengah perjalanan menuju tempat bimbelku tiba2 ada truk yang melaju kencang juga mengagetkan Bima yang sedang mengedarai motornya dengan kecang tiba2 Bimapun tak sanggup mengedalikan motornya dan ahkirnya Bimapun menabrak pohon. Saat itu aku masih menunggu Bima tiba2 ada orang yang berlarian kearah jalan raya, dan akupun penasaran kenapa mereka kelihatanya panik sekali, setelah aku Tanya ke mereka ternyata ada orang yang baru kecelakaan mendengar jawabannya perasaanku jadi tidak enak kemudian aku ikutan untuk melihat kecelakaan tersebut betapa terkejutnya aku saat melihat orang yang tergeletak itu adalah Bima sepupuku aku sangat sedih, “Bima……………..Bima bangun Bim ini aku Dennis”teriakku sambil memeluk Bima, kemudian aku minta tolong orang yang ada di situ buat bawa bima kerumah sakit. Saat dirumah sakit aku mencoba untuk menghubungi Indah, ceweknya Bima juga sahabat dekatku “halo Ndah…..”sapaku sambil nangis, “kamu kenapa Nis koq nangis”Tanya Indah penasaran “Ndah Bima Ndah”, “Bima kenapa Nis, Bima nggak kenapa-napakan, katanya dia tadi mau jemput kamu?”Tanya indah makin penasaran “Bima kecelakaan Ndah”jawabku “apa…………Bima”teriak Indah sambil nangis “Ndah……sekarang aku dirumah sakit…..”belum selesai aku ngomong Indah langsung mematikan telepon dariku, mungkin dia bakalan marah besar ma aku. Tiba2 Indah datang sambil nangis aku langsung memeluk Indah, “maafin aku Ndah?”, tapi Indah terus nangis, tak lama kemudian dokter keluar dan aku tak percaya dengan apa yang di katakan dokter “Apa dok ini nggak mungkin pasti dokter bohong nggak mungkin Bima…………..”teriakku sambil nangis, “Bimaaaaaaaaaaa nggak dok bima nggak boleh pergi” teriak indah langsung masuk ke kamar melihat Bima, aku terus menangis di depan, aku tak percaya kalau Bima sudah tak ada ini semua salahku, “aku pembunuh…..aku bunuh Bima, Bimaaaaa jangan tinggalin aku Bim”, tiba2 Nirwan datang karna dia tadi juga aku kabarin kalau Bima kecelakaan, “kenapa Nis Bima nggak pa pa kan?”tanyanya kepadaku, aku langsung memeluk dia sambil nangis di pelukannya, “kamu kenapa Nis?”Tanya Nirwan bingung, “Bima wan dia….”jawabku, “Bima kenapa Nis?”, “Bima sudah tak ada”jawabku sambil terus nangis, “apa Nis Bima…., sabar ya Nis”kata Nirwan sambil nenangin aku, “nggak wan ini semua gara2 aku, aku yang telah bunuh Bima”, “nggak Nis ini takdir jangan salahin diri kamu sendiri”, “tapi wan….”, “udah Nis”kata Nirwan terus menenangkan aku. Tiba2 Indah datang sambil melepaskan pelukan Nirwan “ini semua gara2 kamu, coba kalau kamu nggak nyuruh Bima buat jemput kamu pasti kejadian ini nggak bakalan terjadi…kamu pembunuh, kamu yang telah membunuh Bima”kata Indah kepadaku sambil dorong aku ke lantai, “maafin aku Ndah aku juga nggak tau kalau ini bakalan terjadi, kalau aku tau kejadian ini bakalan terjadi aku nggak bakalan nyuruh Bima buat jemput aku”jawabku sambil nangis, “iya kalau kamu tau sekarang kejadian ini sudah terjadi aku benci ma kau Nis, aku nggak mau lagi punya sahabat pembunuh kaya kamu”, “Ndah aku minta maaf aku nggak mau kalau persahabat kita bubar”Indah malah pergi ninggalin aku, aku sangat sedih sekali “udah mungkin Indah sekarang sedang sedih ntar kalau dia bisa menerima kenyataan ini pasti dia bakalan kaya dulu lagi”kata Nirwan nenangin aku, “tapi wan aku nggak pernah melihat Indah sampai segitu marahnya ma aku, memang ini semua salahku wan, aku yang telah membunuh Bima”, “nggak Nis ini juga salah aku aku yang nyuruh kamu buat nyuruh Bima buat jemput kamu”, “nggak wan ini salahku”, “udah Nis jangan nyalahin diri kamu terus”. Setelah pemakaman Bima Indah terus diamin aku, aku nggak nyangka kalau Indah bisa segitu marahnya ma aku, apa yang harus aku perbuat agar Indah bisa maafin aku. Saat kejadian itu Indah bolos sekolah beberapa hari ini, ini hari pertama dia mulai masuk sekolah lagi dia masih terlihat sedih sekali, saat jam istirahat aku coba buat deketin dia, “mungkin sekarang dia sudah bisa memaafkan aku”pikirku, “Ndah, kamu masih marah ya ma aku” Indah tak menjawab dia malah asyik menikmati makanannya, “Ndah apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa maafin aku, aku akan lakukan apa saja agar kamu bisa memaafkan aku”, Indah menoleh kearahku “kamu tau nggak aku tu sangat mencintai Bima aku begitu merasa kehilangan dia”, “iya Ndah aku benar2 minta maaf banget ma kamu”, “iya aku maafin kamu koq Nis walaupun aku merasa kehilangan Bima aku juga nggak mau kehilangan kamu karna kamu adalah satu-satunya sahabat yang aku punya”, “benaran Ndah, makasih ya” lalu kitapun berpelukan sebagai tanda kalau kita udah baikan. Saat itu kitapun sudah bisa seperti dulu bercanda tawa bersama, walau sekarang Indah jomblo tapi dia juga bisa merasakan punya cowok, karena aku selalu nyuruh Nirwan buat jalan ma Indah supaya dia nggak sedih lagi, awalnya sih Nirwan nggak mau tapi setelah aku bujuk dia ahkirnya mau, pada suatu pagi saat Nirwan mau menjemput aku sesuatu kajadian yang tak terduga terjadi, saat tau itu hatiku sangat merasa kehilangan kenapa ini harus terjadi pada Nirwan cowok yang paling aku cintai, mungkin ini yang dirasakan Indah saat Bima tak ada, “Apa nggak mungkin Nirwaaaaaaaan………….”teriakku saat tau Nirwan meninggal karena kecelakaan saat mau jemput aku “nggak Nirwan nggak boleh pergi………..”lalu akupun tak sadarkan diri. Saat Nirwan pergi aku merasa hidupku tak ada gunanya lagi aku merasa sangat kehilangan sekali, tapi Indah selalu menghiburku dia yang selalu ada saat aku merasa sendirian, aku merasa beruntung mempunyai sahabat seperti Indah, dia juga yang telah mengembalikan semangatku lagi. Saat itu aku dan Indah jadi Jodi (Jomblo Ditinggal Mati). Sampai saat ini kita sudah duduk di kelas 3 SMK, kita masih tetap jadi Jodi. Pada suatu hari di sekolah ada murid baru, dia sangat mirip dengan Nirwan sikapnya cara bicaranya pokoknya semuanya, cuma wajahnya aja yang jauh berbeda ma Nirwan, dia adalah Arjuna karena dia murid baru guru menyuruh aku buat ngajarin dia agar dia dapat mengikuti pelajaran, semenjak dia aku ajarin, dia dan aku makin dekat nggak tau kenapa perasaaan aku ma dia jadi berbeda aku merasakan cinta apa mungkin aku mulai suka ma Arjuna, tapi apa aku bisa mengelak dari perasaan ini. Akupun kemudian menceritakan semua ke Indah “Ndah kamu tau nggak”tanyaku ke Indah, “tau apa jangan berbelit-belit gitu donk Nis bikin penasaran aja”Tanya Indah penasaran, “kayaknya aku mulai suka dech ma Arjuna”jawabku sedikit malu, “apa……..”kata Indah kaget, “kenapa Ndah koq kamu kayaknya kaget gitu”, “nggak koq”, “kamu juga suka ya ma Arjuna”tanyaku, “ya nggak mungkinlah”. Keesokan harinya aku belajar ma Arjuna diperpus tiba2 “Nis aku mau bilang sesuatu ma kamu”kata Arjuna kepadaku, “apa jun bilang aja”, “sebenarnya selama ini aku suka ma kamu, kamu mau nggak jadi cewek aku”, “apa jun”, “iya Nis aku mau kamu jadi cewek aku tapi kalau nggak mau nggak apa2 koq Nis”, “nggak jun sebenarnya selama ini aku juga suka lagi ma kamu”, “berarti tandanya kamu mau jadi cewek aku”, “iya aku mau jun”, “aku senang banget Nis makasih ya Nis”, “iya jun, aku juga senang ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan”. Sepulang sekolah aku langsung cerita ma Indah “Indah…..”, “kamu kenapa Nis koq kayaknya senang bangetz, tadi kamu juga kemana aku cariiin nggak ada”, “sorry dech tadi aku di perpus ma Arjuna, kamu tau nggak kejadian di perpus…”, “ya nggaklah kan nggak kamu kasih tahu”, “tadi Arjuna nembak aku, terus aku terima kita udah resmi jadian aku senang banget”, “apa……………?”, “loh kenapa Ndah koq kayaknya kamu nggak senang gitu, kamu nggak senang ya kalau aku jadian ma Arjuna”, “nggak koq aku senang kalau kamu jadian ma Arjuna”. Saat pulang sekolah Arjuna sedang menunggu aku di gerbang sekolah tiba2 Indah datang “hai…jun ngapain kamu disini koq belum pulang?”,Tanya Indah, “aku lagi nunggu Dennis, koq dia belum pulang ya?”jawab Arjuna, “oh…Dennis dia lagi…….”, “lagi apa Ndah?”, “nggak jun aku nggak bisa bilang ke kamu”, “mank kenapa Ndah?”Tanya Arjuna penasaran, “nggak jun”, “nggak apa2 kamu bilang ja ma aku, aku kan cowoknya Dennis jadi aku juga berhak tau lagi ngapain dia sekarang”, “kamu beneran pengen tau ya jun?”, “iya ayo kasih tau”, “iya dech tapi kamu jangan bilang kalau aku yang bilang ke kamu”, “iya2….ayo cepet dia lagi ngapain”, “sebenarnya dia lagi di perpus berduaan ma iwan”, “apa…….Iwan ketua kelas kita itu”, “iya……tapi beneran ya kamu jangan bilang ke dia kalau yang bilang ke kamu itu aku, sebenarnya dari dulu dia udah duain kamu ma Iwan”, “tapi kenapa Dennis tega ngelakuin itu semua, katanya dia akan setia ma aku”, “iya bilangnya kayak gitu tapi kenyataannya dia itu suka nyakitin hati cowok”, “masak sich?”, “iya aku sangat kenal ma dia kan aku dah temenan ma dia dari kecil”, “aku nggak nyangka kalau dia kayak gitu”, “tapi kenyataannya kayak gitu sebenarnya aku nggak berani bilang ma kamu tapi karna aku kasihan ma kamu jadi aku bilang ma kamu aku juga ingin dia berubah, ya udah ya aku mau pulang dulu”, “iya makasih ya”setelah Indah pergi Arjuna langsung pergi ke perpus dan di perpus dia lihat Iwan dan Dennis dia makin yakin kalau Dennis selingkuh dengan Iwan, “Dennis…..”teriak Arjuna kepadaku, “ech….Arjuna maaf ya aku masih banyak tugas nich jadi belum bisa pulang sama kamu”, “Nis aku pengen ngomong ma kamu”pinta Arjuna kepadaku, “ngomong apa jun”tanyaku penasaran, “ech…nis aku nggak nyangka ya ternyata kamu suka mempermainkan hati cowok”kata Arjuna kepadaku, “maksud kamu apa jun aku nggak ngerti dech”tanyaku makin penasaran, “udah dech aku dah tau semuanya Nis kamu nggak usah nutupi semua lagi dari aku, sekarang aku pegen kita putus aku juga dah lihat sendiri kalau kamu selingkuh ma Iwan”, “tapi jun aku sama Iwan Cuma………”, “dah pokoknya aku minta kita putus”, “tapi jun kamu salah ini nggak seperti yang kamu pikirkan”, “salah kamu tau nggak Indah bilang kamu suka mempermainkan hati cowok, Indah itu sahabat kamu kan makanya aku percaya ma dia”, “Indah?? Nggak mungkin dia bilang kayak gitu?”, “iya sekarang aku mau kita putus aku kecewa ma kamu Nis”, “tapi jun…..”kataku sambil nangis, tapi Arjuna malah ninggalin aku, aku nggak nyangka Indah bilang kayak gitu ma Arjuna, “aku harus Tanya ke Indah”setelah itu aku langsung pergi kerumah Indah untuk menanyakan semua ini, “Ndah..”, “ech Dennis ada apa Nis katanya mau ngerjain tugas dulu ma Iwan”, “aku mau nanyain sesuatu ma kamu”, “apa Nis koq kayaknya serius banget sich”kata Indah seperti tak tau apa2, “Ndah apa maksud kamu bilang itu semua ma Arjuna, kenapa Ndah kamu bilang itu semua ma Arjuna”tanyaku sambil nangis, “maksud kamu apa Nis aku nggak ngeti dech”, “kamu bilang ma Arjuna kan kalau aku suka nyakitin hati cowok maksud kamu apa Ndah bilang kayak gitu ma Arjuna”bentak ku ke Indah, “oh jadi Arjuna bilang semua ma kamu ya memang aku bilang semua itu ke Arjuna”, “tapi kenapa Ndah kenapa?”tanyaku ke Indah, “kenapa kamu Tanya kenapa ma aku, kamu ingat nggak Nis kamu yang bikin aku kehilangan orang yang paling aku sayang kamu yang bikin aku kehilangan Bima”jawab Indah sambil nangis, “tapi kan dulu kamu dah maafin aku Ndah”, “kamu pikir aku beneran maafin kamu nggak Nis sampai kapanpun aku nggak akan pernah bisa maafin kamu karna kamu yang telah bikin aku kehilangan Bima”, “tapi Ndah kenapa Ndah”, “aku benci Nis ma kamu karna kamu yang telah bikin htiku ini sakit, terus saat hatiku ini mulai sembuh kamu malah merebut orang yang bisa menyembuhkan hatiku”, “maksud kamu Arjuna Ndah”, “iya Nis dari saat Arjuna masuk ke sekolah kita aku dah suka ma dia”, “tapi katanya dulu kamu nggak suka ma dia kalau aku tau kamu suka ma dia aku nggak bakalan nerima dia”, “tapi nyatanya apa kamu nerima dia kan Nis aku kecewa ma kamu Nis, aku benci ma kamu Nis, benciiiiii”, “tapi kenapa Ndah, aku nggak tau kalau kamu juga suka ma Arjuna”, “memang dari dulu kamu selalu berusaha buat nyakitin hatiku, kamu nggak suka kan kalau aku senang”, “nggak Ndah aku senang koq kalau kamu juga senang, saat kamu kehilangan Bima aku juga bisa merasakan kehilangan Nirwan cowok yang paling aku sayang”, “iya asal kamu tau ya Nis yang buat Nirwan pergi itu aku”, “apa……Ndah nggak mungkin”mendengar kata2 Indah hatiku terasa sakit aku nggak nyangka orang yang paling aku sayang dan aku percaya bisa melakukan hal sejahat itu sama aku, “iya aku benci ma kamu, aku dendam ma kamu karna kamu yang telah menyebabkan Bima pergi dariku”, “tapi…….Ndah kenapa kamu tega ngelakuin itu semua ma aku Ndah kenapa?”, “karna kamu juga tega membuat Bima pergi dariku jadi kenapa aku nggak tega membuat orang yang paling kamu sayang pergi agar kamu juga merasakan kehilangan seperti apa yang aku rasakan, udah sekarang aku nggak mau lagi sahabatan ma kamu aku benci ma kamu pergi kamu dari rumahku”, “tapi Ndah….”Indah meyeretku keluar dari rumahnya aku nggak nyangka sahabat dekatku, sahabat karibku tega ngelakuin ini semua ma aku. Semenjak kejadian itu aku ma Indah nggak pernah sama2 lagi bahkan kita selayaknya musuh, Indah selalu menghindar dariku Indah benci banget ma aku, aku tak pernah menyangka persahabatan kita akan hancur gara2 cowok, aku nggak nyangka persahabatanku dengan Indah akan hancur. “AKANKAH PERSAHABATANKU DENGANNYA BISA KEMBALI KAYAK DULU LAGI??????”tanyaku dalam hati.

Penulis: Dewi Anila Sari
sumber

No comments:

About Us

Recent

Random