Everything is here and only for you

Showing posts with label geografi. Show all posts
Showing posts with label geografi. Show all posts

Monday, 25 January 2010

Peta Kuno Bumi

14:03
Ma = Million (years) ago Ma = Juta (tahun) yang lalu


50 Ma (Cenozoic/Tertiary/Paleogene/Eocene/Lutetian) 50 Ma (Kenozoikum / tersier / Paleogen / Eosen / berkenaan dgn kota Paris)
100 Ma (Mesozoic/Cretaceous/Gallic/Albian) 100 Ma (Mesozoic / Kapur / Galia / Albian)
170 Ma (Mesozoic/Jurassic/Dogger/Bajocian) 170 Ma (Mesozoic / Jurassic / Dogger / Bajocian)
220 Ma (Mesozoic/Triassic/Tr3/Norian) 220 Ma (Mesozoic/Triassic/Tr3/Norian)
260 Ma (Paleozoic/Permian/Rotliegendes/Artinskian) 260 Ma (Paleozoic / Permian / Rotliegendes / Artinskian)
320 Ma (Paleozoic/Carboniferous/Pennsylvanian/Bashkirian/Yeadonian) 320 Ma (Paleozoic / Karbon / Pennsylvanian / Bashkirian / Yeadonian)
410 Ma (Paleozoic/Silurian/Pridoli) 410 Ma (Paleozoic / Siluria / Pridoli)
510 Ma (Paleozoic/Ordovician/Canadian/Tremadoc) 510 Ma (Paleozoic / Ordovisium / Kanada / Tremadoc)




sumber

Sejarah geologi Patahan San Andreas Sistem

13:54
EVOLUTION OF THE SAN ANDREAS FAULT . EVOLUSI DARI KESALAHAN SAN ANDREAS.

This series of block diagrams shows how the subduction zone along the west coast of North America transformed into the San Andreas Fault from 30 million years ago to the present. Rangkaian diagram blok menunjukkan bagaimana zona subduksi di sepanjang pantai barat Amerika Utara berubah menjadi Patahan San Andreas dari 30 juta tahun yang lalu hingga saat ini. Starting at 30 million years ago, the westward- moving North American Plate began to override the spreading ridge between the Farallon Plate and the Pacific Plate. Dimulai pada 30 juta tahun yang lalu, bergerak ke arah barat Lempeng Amerika Utara mulai menimpa penyebaran punggungan antara Lempeng Farallon dan Lempeng Pasifik. This action divided the Farallon Plate into two smaller plates, the northern Juan de Fuca Plate (JdFP) and the southern Cocos Plate (CP). Tindakan ini membagi Farallon Plate menjadi dua piring yang lebih kecil, utara Juan de Fuca Plate (JdFP) dan selatan Plate Kepulauan Cocos (CP). By 20 million years ago, two triple junctions began to migrate north and south along the western margin of the West Coast. Dengan 20 juta tahun yang lalu, dua tiga junction mulai bermigrasi utara dan selatan di sepanjang margin barat Pantai Barat. (Triple junctions are intersections between three tectonic plates; shown as red triangles in the diagrams.) The change in plate configuration as the North American Plate began to encounter the Pacific Plate resulted in the formation of the San Andreas Fault. (Triple persimpangan adalah titik-temu antara tiga lempeng tektonik; ditampilkan sebagai segitiga merah di diagram.) Perubahan konfigurasi piring sebagai Lempeng Amerika Utara mulai pertemuan Lempeng Pasifik mengakibatkan pembentukan Patahan San Andreas. The northern Mendicino Triple Junction (M) migrated through the San Francisco Bay region roughly 12 to 5 million years ago and is presently located off the coast of northern California, roughly midway between San Francisco (SF) and Seattle (S). Mendicino utara Triple Junction (M) bermigrasi melalui wilayah Teluk San Francisco kira-kira 12 untuk 5 juta tahun yang lalu dan sekarang terletak di lepas pantai utara California, kira-kira pertengahan antara San Francisco (SF) dan Seattle (S). The Mendicino Triple Junction represents the intersection of the North American, Pacific, and Juan de Fuca Plates. Triple Mendicino Junction yang mewakili persimpangan Amerika Utara, Pasifik, dan Juan de Fuca Pelat. The southern Rivera Triple Junction (R) is presently located in the Pacific Ocean between Baja California (BC) and Manzanillo, Mexico (MZ). Rivera selatan Triple Junction (R) adalah saat ini terletak di Samudera Pasifik antara Baja California (SM) dan Manzanillo, Meksiko (MZ). Evidence of the migration of the Mendicino Triple Junction northward through the San Francisco Bay region is preserved as a series of volcanic centers that grow progressively younger toward the north. Bukti migrasi dari Triple Junction Mendicino utara melalui wilayah Teluk San Francisco adalah serangkaian dipertahankan sebagai pusat vulkanik muda yang tumbuh secara progresif ke arah utara. Volcanic rocks in the Hollister region are roughly 12 million years old whereas the volcanic rocks in the Sonoma-Clear Lake region north of San Francisco Bay range from only few million to as little as 10,000 years old. Batu vulkanik di wilayah Hollister kira-kira 12 juta tahun sedangkan batu vulkanik di Sonoma-Clear Lake wilayah utara San Francisco Bay hanya berkisar dari beberapa juta untuk sesedikit 10.000 tahun. Both of these volcanic areas and older volcanic rocks in the region are offset by the modern regional fault system. Kedua daerah vulkanik dan batu vulkanik tua di wilayah tersebut diimbangi dengan sistem kesalahan daerah modern. (Image modified after original illustration by Irwin, 1990 and Stoffer, 2006.) (Image diubah setelah ilustrasi asli oleh Irwin, 1990 dan Stoffer, 2006.)




Map of the modern San Andreas Fault in relation to the greater plate-tectonic setting of western North America and the northeastern Pacific Ocean basin. Peta modern Patahan San Andreas dalam kaitannya dengan lempeng-tektonik yang lebih besar setting barat Amerika Utara dan Samudera Pasifik timur laut baskom. The San Andreas Fault represents a great transform-fault boundary between the North American Plate and the Pacific Plate. Patahan San Andreas mewakili transformasi besar-kesalahan batas antara Lempeng Amerika Utara dan Lempeng Pasifik. The San Andreas Fault system connects between spreading centers in the East Pacific Rise (to the south) and the Juan de Fuca Ridge and Mendicino fracture zone system (to the north). Patahan San Andreas sistem yang menghubungkan antara pusat-pusat penyebaran di Pasifik Timur Naik (ke selatan) dan Juan de Fuca Ridge dan Mendicino sistem zona fraktur (ke utara). The San Andreas Fault system has gradually evolved since middle Tertiary time (beginning about 28 million years ago). Patahan San Andreas sistem telah secara bertahap berkembang sejak pertengahan Tersier waktu (dimulai sekitar 28 juta tahun yang lalu). The right-lateral offset that has occurred on the fault system since that time is about 282 miles (470 km); however, the fault system consists of many strands that have experienced different amounts of offset. Hak-lateral offset yang telah terjadi pada sistem kesalahan sejak saat itu sekitar 282 mil (470 km); Namun, sistem kesalahan terdiri dari banyak benang yang mengalami jumlah yang berbeda dari offset. Image modified from This Dynamic Earth by Stoffer, 2006. Image dimodifikasi dari Dynamic ini Bumi oleh Stoffer, 2006.


sumber

Sunday, 24 January 2010

TSUNAMI, PENYEBAB DAN AKIBATNYA

15:05
Tsunami terjadi karena adanya gangguan impulsif terhadap air laut akibat terjadinya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba. Ini terjadi karena tiga sebab, yaitu : gempa bumi, letusan gunung api dan longsoran (land slide) yang terjadi di dasar laut. Dari ketiga penyebab tsunami, gempa bumi merupakan penyebab utama. Besar kecilnya gelombang tsunami sangat ditentukan oleh karakteristik gempa bumi yang menyebabkannya.
Bagian terbesar sumber gangguan implusif yang menimbulkan tsunami dahsyat adalah gempa bumi yang terjadi di dasar laut. Walaupun erupsi vulkanik juga dapat menimbulkan tsunami dahsyat, seperti letusan gunung Krakatau pada tahun 1883.
Gempa bumi di dasar laut ini menimbulkan gangguan air laut, yang disebabkan berubahnya profil dasar laut. Profil dasar laut iniumumnya disebabkan karena adanya gempa bumi tektonik yang bisa menyebabkan gerakan tanah tegak lurus dengan permukaan air laut atau permukaan bumi. Apabila gerakan tanah horizontal dengan permukaan laut, maka tidak akan terjadi tsunami.
Apabila gempa terjadi didasar laut, walaupun gerakan tanah akibat gempa ini horizontal, tetapi karena energi gempa besar, maka dapat meruntuhkan tebing-tebing (bukit-bukit) di laut, yang dengan sendirinya gerakan dari runtuhan in adalah tegak lurus dengan permukaan laut. Sehingga walaupun tidak terjadi gempa bumi tetapi karena keadaan bukit/tebing laut sudah labil, maka gaya gravitasi dan arus laut sudah bisa menimbulkan tanah longsor dan akhirnya terjadi tsunami. Hal ini pernah terjadi di Larantuka tahun 1976 dan di Padang tahun 1980.
Gempa-gempa yang paling mungkin dapat menimbulkan tsunami adalah :
1. Gempa bumi yang terjadi di dasar laut.
2. Kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km.
3. Magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 Skala Richter.
4. Jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik atau sesar turun. Gaya-gaya semacam ini biasanya terjadi pada zona bukaan dan zona sesar.
Lida (1970) berdasarkan data tsunami di Jepang menunjukkan bahwa gempa yang menimbulkan tsunami sebagian besar merupakan gempa yang mempunyai mekanisme fokus dengan komponen dip-slip, yang terbanyak adalah tipe thrust (sesar naik) misalnya tsunami Japan Sea 1983 dan Flores 1992 dan sebagian kecil tipe normal (sesar turun) misalnya sanriku Jepang 1993 dan Sumba 1977. gempa dengan mekanisme fokus strike slip (sesar mendatar) kecil sekali kemungkinan untuk menimbulkan tsunami


sumber 

Saturday, 23 January 2010

Asal Mula Terbentuknya Gunung Berapi

13:48

Teman-teman masih ingat kan, dengan kejadian Gunung Merapi yang meletus beberapa waktu lalu dan disusul dengan aktifnya beberapa gunung berapi lain di Indonesia? Ya, Indonesia memang dikelilingi banyak gunung berapi karena Indonesia terletak di kawasan Lautan Pasifik yang terkenal dengan deretan gunung berapinya atau sering disebut dengan Ring of Fire. Gunung berapi ada yang berada di daratan, namun lebih banyak lagi yang berada di dasar laut. Beberapa letusan gunung berapi ternyata juga dapat mengakibatkan terbentuknya gunung berapi baru seperti Anak Krakatau. Hmm, sebenarnya, bagaimana ya cara terbentuknya sebuah gunung berapi?
Awal Mulanya
            Gunung berapi terbentuk dari batuan cair panas yang disebut magma yang berasal dari perut bumi. Pada saat gunung meletus, magma naik ke permukaan melewati retakan-retakan yang ada di batuan padat dan kemudian meletus. Terkadang magma menghasilkan letusan yang sangat dahsyat. Magma mengalir seperti sungai api, sambil menyeret bebatuan, debu, abu, uap panas, dan gas panas lain yang dilaluinya.
            Magma yang meletus dari gunung berapi disebut lava. Lama kelamaan lava mendingin dan mengeras menjadi bebatuan. Dari lava yang menumpuk tersebut dapat terbentuk sebuah gunung baru. Beberapa gunung yang berasal dari gunung berapi memiliki lubang berbentuk mangkuk yang disebut kawah.
Bentuk Gunung Berapi
            Bentuk dan ukuran gunung berapi bermacam-macam, di antaranya ada yang berbentuk kerucut, stratovolcano (kumpulan gunung berapi berbentuk kerucut), perisai, kaldera, dan berbentuk dataran tinggi.
            Bentuk kerucut adalah bentuk gunung berapi yang paling terkenal sehingga orang sering menganggap gunung yang berbentuk kerucut adalah gunung berapi. Gunung Fuji di Jepang merupakan salah satu contoh gunung berapi berbentuk kerucut.
            Gunung berapi perisai berbentuk seperti gundukan tanah yang tumpah di salah satu sisinya, sehingga bentuknya seperti lingkaran perisai. Gunung berapi dengan bentuk perisai ini ada yang berukuran kecil dan besar. Ukuran yang paling besar sering kali lebih besar dari ukuran stratovolcano. Contoh gunung berapi perisai dapat ditemui di Gunung Mauna Loa dan Kilauea di Hawaii.
            Bagian tengah gunung berapi terkadang runtuh karena letusan yang terjadi. Sebagian atau semua reruntuhan itu kemudian mengisi ruang magma. Akibatnya terbentuklah lubang di tanah yang disebut kaldera. Kaldera bisa berbentuk lingkaran atau oval, diameternya pun dapat lebih besar daripada diameter gunung berapi perisai. Apabila terjadi letusan baru, maka terbentuklah kerucut kecil di dalam kaldera. Beberapa kaldera ada juga yang lubangnya dipenuhi air.
            Gunung berapi tidak selamanya berbentuk seperti gunung, loh. Ketika gunung berapi meletus, lava dan berbagai macam bebatuan terkadang mengalir keluar seperti sungai dan menutupi area yang sangat luas, bahkan sampai ribuan kilometer persegi. Lava dan berbagai macam bebatuan tersebut kemudian membentuk dataran tinggi yang besar yang disebut gunung berapi dataran tinggi atau volcanic plateau.
Apakah Semua Gunung Berapi Bisa Meletus?
            Beberapa gunung berapi yang selalu meletus disebut dengan gunung berapi aktif. Namun, ada juga gunung berapi yang sudah tidak dapat meletus lagi sejak zaman prasejarah yang disebut dengan gunung berapi mati.
            Gunung berapi ternyata juga bisa “tidur panjang” loh. Mereka tidak meletus dalam waktu yang lama, namun mereka dapat meletus lagi. Gunung ini dinamakan gunung berapi tidur atau tidak aktif.
            Para ahli selalu mencoba menghitung atau memperkirakan kapan gunung berapi akan meletus. Para ahli mengebor dan membuat peta bagian dalam gunung berapi. Mereka juga menggunakan satelit untuk mempelajari gunung berapi dari luar angkasa. 


Monday, 18 January 2010

bentuk bumi

16:35
teori yang paling populer adalah teori big bang.

Awalnya ada 1 bintang raksasa yang kemudia mengalami supernova, meledak dan materialnya menyebar kemana2.

Material besar yang menyimpan energi menjadi bintang, sementara yang lebih kecil menjadi planet, yang lebih kecil menajdi bulan, asteroid, dan benda langin lainnya. Sesuai kaidah bahwa dua benda akan tarik-menarik sesuai dengan gravitasi yang dimilikinya (yang dipengaruhi oleh massa masing2 benda tersebut), maka benda yang massanya lebih kecil akan tertarik oleh gravitasi benda yang massanya lebih besar. tapi karena adanya gravitasi benda yang lebih kecil tersebut, maka benda yang lebih kecil akan berputar mendekat ke benda yang lebih besar sampai akhirnya dicapai kesetimbangan antara kedua gravitasi kedua sehingga benda yang lebih kecil akan ber-revolusi mengelilingi benda dengan massa yang (jauh) lebih besar. Contoh, planet yang mengelilingi matahari.

Kemudian planet inipun mengalami proses pembentukan dirinya. Sebagai pecahan dari bintang, tentu saja tiap planet memiliki komposisi yang berbeda. Kemudian pengaruh dari radiasi yang diterima tiap planet juga berbeda, maka proses yang terjadi pada tiap2 planet akan berbeda satu-sama lain.

Bumi yang awalnya berupa benda pijar yang panas perlahan2 mengalami pendinginan (energi yang disimpannya cuma sedikit lho, ga sebanyak bintang). Sesuai hukum thermodinamika yang gua sendiri ga tau persisnya (^_^) bumi mengalami perubahan dari bentuk gas --> semakin dingin --> cair, nah pada saat cair inilah material2 mulai mengelompok dan membentuk bagian2 inti, mantel dan kerak.

Khusus untuk kerak, (uap) air yang mulai terbentuk seiring pendinginan bumi mulai mendingin dan turun ke permukaan bumi menjadi air. Nah karena permukaan bumi masih berupa cairan panas, maka air tersebut menjadi uap lagi sementara permukaannya terdinginkan dan mulai mengeras. bayangkan magma yang disemprot air dalam jumlah banyak, lama2 kan permukaan atasnya akan mengeras (karena mendingin) sementara lapisan bawahnya tetap berupa cairan panas. Nah lapisan keras tersebut semakin lama semakin tebal dan sekarang menjadi 'permukaan tanah' tempat manusia dan makhluk hidup lainnya tinggal. Sementara air yang sebagian besar menjadi laut dan samudra, salah satunya berfungsi untuk menjaga suhu kerak bumi tetap dingin



PEMBENTUKAN BUMI DARI SEGI ISLAM

Adapun yang mengenai relief bumi, Qur-an hanya menyinggung
terbentuknya gunung-gunung. Sesungguhnya dari segi yang kita
bicarakan di sini, hanya sedikit yang dapat kita katakan;
yaitu ayat-ayat yang menunjukkan perhatian Tuhan kepada
manusia dalam hubungannya dengan terbentuknya bumi seperti
dalam:

Surat 71 ayat 19, 21:


Artinya: "Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai
hamparan supaya kamu menempuh jalan-jalan yang
luas di bumi itu."

Surat 51 ayat 48 :


Artinya: "Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik
yang menghamparkan adalah Kami."

(Permadani) yang digelar (dihamparkan) adalah kulit bumi
yang keras yang di atasnya kita dapat hidup. Adapun
lapisanlapisan di bawah adalah sangat panas, cair dan tak
sesuai dengan kehidupan. Ayat-ayat Qur-an yang mengenai
gunung-gunung serta isyarat-isyarat tentang stabilitasnya
karena akibat fenomena lipatan adalah sangat penting.

Surat 88 ayat 19, 20:


Artinya: "Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan,
Dan bumi bagaimana ia dihamparkan."

Konteks ayat mengajak orang-orang yang tidak beragama untuk
melihat fenomena-fenomena alamiah. Ayat-ayat di bawah ini
menjelaskan lebih lanjut:

Surat 78 ayat 6, 7:


Artinya: "Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai
hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak."

Orang-orang yang beragama itu memakai (autad, kata jamak
dari watad) untuk menetapkan tenda di atas tanah.

Para ahli geologi modern menggambarkan lipatan tanah yang
mengambil tempat duduk di atas relief, dan yang dimensinya
berbeda-beda sampai beberapa kilometer bahkan beberapa puluh
kilometer. Daripada fenomena lipatan inilah kulit bumi dapat
menjadi stabil.

Karena hal-hal tersebut di atas kita tidak heran jika
membaca Qur-an dan mendapatkan pemikiran-pemikiran tentang
gunung-gunung seperti berikut:

Surat 79 ayat 32:


Artinya: "Dan gunung-gunung dipancangkanNya dengan teguh."

Surat 31 ayat 10:


Artinya: "Dia meletakkan gunung-gunung di (permukaan) bumi
supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu."

Kata-kata tersebut diulangi lagi dalam surat 16 ayat 15.
Idea yang sama diterangkan dengan cara yang agak berlainan
dalam surat 21 ayat 31:


Artinya: "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung
yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama
mereka. "

Ayat-ayat tersebut menerangkan bahwa cara gunung-gunung itu
diletakkan adalah sangat menjamin stabilitasnya, dan hal ini
sangat sesuai dengan penemuan-penemuan geologi.



MUKA BUMI

Susunan bumi adalah kompleks. Pada waktu ini secara kasar
sekali kita dapat mengatakan bahwa bumi itu mempunyai
lapisan dalam; temperatur disitu sangat tinggi khususnya di
bagian tengah di mana batu-batu masih cair. Adapun lapisan
atas atau kulit bumi merupakan lapisan yang keras dan
dingin. Lapisan atas itu sangat tipis, hanya setebal antara
beberapa kilometer dan beberapa puluh kilometer; sedang
poros bumi itu lebih dari 6.000 kilometer. Dengan begitu
maka kulit bumi, rata-rata tidak sampai 1/100 poros bumi.
Dalam batas 1/100 inilah fenomena-fenomena geologi terjadi.

Yang paling dasar daripada perubahan-perubahan geologi
adalah lipatan yang asalnya adalah rangkaian gunung-gunung.
Terbentuknya lipatan-lipatan itu dalam geologi dinamakan
"orogenese." Proses ini penting sekali karena setelah nampak
relief (pemunculan) yang akan membentuk gunung terjadi pula
gerakan kearah kedalam yang proporsional dengan kulit bumi
yang menjamin tempat duduknya gunung itu dalam lapisan di
bawahnya.

Sejarah tentang pembagian muka bumi menjadi tanah dan lautan
adalah hasil penyelidikan yang masih baru dan masih belum
sempurna, walaupun yang mengenai periode yang tidak sangat
kuno tetapi yang lebih banyak diketahui. Sangat boleh jadi
bahwa timbulnya lautan (hidrosfir) terjadi l/2 milliard
tahun yang lalu. Mula-mula semua benua merupakan satu
kesatuan pada "Zaman Pertama" dan kemudian terserak-serak.
Di lain pihak ada benua-benua atau bagian benua yang muncul
sebagai akibat terjadinya gunung dalam daerah laut (seperti
benua Atlantik Utara dan sebagian dari Europa -- menurut
pandangan Sains modern).

Yang mempunyai pengaruh besar dalam sejarah pembentukan bumi
adalah munculnya rangkaian gunung-gunung. Para ahli
mengelompokkan semua evolusi bumi, dari periode pertama
sampai periode keempat dengan mengambil pedoman dari tahap
orogenik (gunung-gunung) dan tahap-tahap ini sendiri
dikelompokkan dalam siklus-siklus orogenik, karena tiap-tiap
munculnya relief gunung akan mempengaruhi keseimbangan
antara lautan dan benua. Munculnya gunung-gunung telah
menghilangkan beberapa bagian bumi yang tinggi dan
menumbuhkan bagian-bagian yang baru dan telah merubah
pembagian udara laut dan udara kontinental semenjak
beratus-ratus juta tahun. Udara kontinental hanya mengambil
tempat 3/10 dari seluruh muka bumi.

Dengan cara tersebut di atas kita dapat menyimpulkan secara
sangat tidak sempurna perubahan-perubahan yang terjadi dalam
beberapa ratus juta tahun yang lalu.



Bumi, bila boleh didiami?

Bumi adalah satu-satunya bahagian alam semesta yang diketahui dihuni oleh makhluk hidup sampai sekarang. Para ahli sains telah berusaha merungkai asal usul munculnya kehidupan di Bumi dan bagaimana keadaan Bumi di awal terbentuknya.

Ada tiga sudut pandangan yang memperkatakan keadaan Bumi pada awal terbentuknya, iaitu bergurun seperti permukaan Bulan, diselimuti lidah api, atau dipenuhi air tanpa daratan. Namun, ketiga gambaran tersebut mungkin salah.

Sebuah kajian terbaru menyimpulkan bahawa Bumi memiliki benua dan lautan sejak 4,3 milion tahun lalu. Keadaan tersebut berlaku setelah Bumi terbentuk dan tidak terlalu lama sejak terbentuknya matahari sekitar 4,6 milion tahun lalu.

Penelitian berbeza yang dilaporkan pada bulan Mei juga menghasilkan kesimpulan sama. Anggapan bahawa permukaan Bumi diliputi api yang membara pada awal terbentuknya dianggap sesuatu yang terlalu melampau.

Tapi, bukan bermakna sejak awal terbentuknya Bumi sudah ada kehidupan. Hanya sahaja, keadaan persekitarannya sudah siap untuk didiami. Suatu tempat berisi air, tanah, suhu dan keadaan persekitaran yang seimbang membawa kepada terbentuknya kehidupan.

Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam jurnal Sains edisi online. Peneliti dari University of Colorado Stephen Mojzsis juga menerangkan bagaimana keadaan Bumi sebelum masa tersebut.

"Sebelum 4 milion tahun lalu, Bumi mungkin tidak terlihat Biru dari luar angkasa seperti sekarang. Meskipun diketahui sudah terbentuk daratan yang luas, atmosfera yang mengandungi karbon dioksida berkadar tinggi menyebabkan langit berwarna kemerah-merahan,"kata Mojzsis.

"Lautan dengan konsentrasi besi yang lebih tinggi daripada sekarang juga menyebabkan airnya berwarna biru kehijau-hijauan. Ratusan kepulauan kecil seperti Selandia Baru atau Jepun mungkin masih terendam," katanya.

Kesimpulan ini diambil berdasarkan analisis terhadap hafnium, elemen langka pada mineral purba yang ditemukan di Jack Hill, kawasan Australia Barat. Batuan-batuan di sana diperkirakan sebagai salah satu yang tertua di Bumi, berumur sekitar 4,4 milion tahun.

"Bukti ini menunjukkan bahwa terdapat plat benua utama yang telah terbentuk pada 100 juta tahun pertama terbentuknya Bumi," lanjut Mojzsis.

Penelitian Mark Harrison dari Australian National University yang dilaporkan pada 2001 digabungkan dengan hasil penelitian Mojzsis. Dari penelitian tersebut telah dibuktikan bahawa permukaan Bumi mengandung air sejak 4,3 juta tahun lalu.

"Gambaran yang kami peroleh sekarang menunjukkan bahwa kulit Bumi, lautan, dan atmosfera telah terbentuk sejak awal sehingga lebih siap untuk menampung pelbagai bentuk kehidupan," kata Mojzsis.

Udaranya sendiri mungkin belum dapat digunakan untuk bernafas kerana terdiri dari campuran karbon dioksida, wap air, gas sulfur, dan metana. Tetapi kerana inilah lingkungan yang diperlukan oleh mikroba.

Para saintis belum dapat memastikan sejak bila kehidupan dimulai dan bagaimana terbentuk. Berdasarkan teori lainnya, jika ada sejak 4,3 milion tahun dahulu, beertiti kehidupan sempat musnah kerana hentaman meteor sehingga harus dimulai sejak awal lagi. Bagaimanapun, Bumi adalah tempat yang tidak pasti pada satu milion tahun pertama hingga berkurangnya asteroid dan komet yang menghentamnya.




KEHANCURAN BUMI

Kiamat: Penciptaan kembali alam semesta

Dalam Al Qur'an ditekankan bahwa pengetahuan kiamat hanya Allah yang tahu. Dari banyak ayat Al Qur'an dijelaskan dengan jelas bahawa hari kiamat bukan hancurnya alam semesta tetapi kiamat merupakan rangkaian peristiwa. Pada saat sangkakala pertama, alam semesta hancur dan berikutnya secara berturutan alam dibangun kembali (qiyamah) menjadi bentuk baru. Pada saat qiyam inilah dihisab amal perbuatan manusia dan terjadi kegusaran seluruh manusia dari seluruh alam (termasuk dari bumi). Di akhirat kelak masih ada matahari dan planet yang masing-masing merupakan tempat syurga dan neraka. Mungkinkah pada waktu itu hanya ada matahari tunggal dengan planet tunggal yang ukurannya maha besar karena berkumpulnya semua isi alam?

ALAM SEMESTA DAN KEHANCURANNYA

Setiap sesuatu yang baru akan berubah. Bumi dan langit beserta galaksi-galaksi adalah ciptaan tuhan maka ianya bersifat mahkluk dan baru iaitu harus menerima perubahan. Setiap benda baru akan hancur kerana ketidakkekalannya. Yang kekal hanyalah Allah yang tidak menerima perubahan. Begitu juga dengan ruang, waktu dan kosmos yang sebelumnya tiada adalah mahkluk Allah.

Alam semesta ini pada suatu masa akan menerima kemusnahan. Hal ini telah disebut dalam al-Quran.

Dalam ayat 9 Surah al-Thur menerangkan yang maksudnya,
“Pada hari ketika langit benar-benar goncang”.

Dalam ayat 16 Surah al-Haqqah,
“Dan terbelahlah langit kerana pada hari langit menjadi lemah”.

Dalam ayat 18 Surah al-Muzammil,
“Langit pun menjadi pecah belah pada hari itu”.

Dalam ayat 9 Surah al-Mursalat,
“Dan apabila langit telah dibelah”.

Dalam ayat 104 Surah al-Anbiya’,
“pada hari kami gulung langit sebagai menggulung. Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya”.

Dalam ilmu astronomi bintang-bintang pada suatu ketika nanti akan meledak dan meluap menjadi supernova. Dan kemungkinan matahari kita pada suatu masa nanti juga akan menjadi supernova tersebut. Di kala itu bumi akan ditelannnya. Hal ini mungkin akan terjadi berjuta tahun akan datang. Denagn berlakunya hal tersebut, terjadi apa yang dikatakan kiamat.

Kita juga mangetahui bahawa adanya rotasi seluruh bintang di langit kerana adanya daya tarikan galaksi-galaksi. Bintang-bintang berpusing untuk mengimbangi kedudukkannya. Galaksi mengeluarkan daya centripetal sedangkan bintang-bintang mengeluarkan daya tarik centrifugal. Bumi kita dan lapan planet lainnyaberotasi dan mengelilingi matahari kerana daya tarik centripetal matahari yang menarik planet-planet tersebut. Planet-planet menjadi berpusing kerana daya tarik centrifugalnya untuk menghindari dari matahari. Kedua-dua daya ini harus seimbang supaya perjalanan alm semsta ini menjadi tertib dan tidak bertembung. Kesemua ini boleh berkurang atas sebab-sebab tertentu. Hal ini telah diketahui oleh para sarjana Amerika bahawa daya tarik bumi waktu ini sedang menurun dan menyebabkan rotasinya lambat. Jika daya tarik bumi boleh berkurangan mak daya tarik benda-benda langit seperti bintang-bintang pun boleh menurun. Hal ini akan menyebabkan kemusnahan bintang-bintang sehingga terjadi perlanggaran antara satu sama lain. Akibat yang paling hebat sekali apabila daya tarik centrifugal berkurangan. Maka seluruh bintang akan masuk ke pusat galaksinya, masing-masing dalam keadaan ini, pusat galaksi bima sakti akn dihujani sekitar 100juta bintang, sehingga pusat galaksi itu menjadi medan kehancuran bintang-bintang. Mungkin juga galaksi-galaksi lainnya akan menerima nasib yang sama. Al-Quran telah menyatakan hal ini.

Allah berfirman yang maksudnya,
“Dan apabila bintang-bintang berjatuhan”.

Dan firmanNya lagi yang bermaksud,
“Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan”.

Bagaimana jatuhnya bintang-bintang tersebut dapat digambarkan oleh ilmu astronomi, mungkin disebabkan lambatnya rotasi gerakan bintang tersebut atau sebagainya seperti yang telah dijelaskan.

Selain itu, menurut astronomi bahawa bintang-bintang yang berada dilangit akan padam kemudian hancur.

Dalam pandangan yang lain pula bahawa bintang-bintang itu berevolusi dengan memiliki tenaga yang kuat dan panas hingga berwarna biru yang kemudian mengecil dengan jalannya yang tidak terkendalikan. Zat-zat helium yang ada disekitarnya akan membakar degan cepat dan akhirnya akan meledak. Dianggarkan pada waktu itu suhu kepanasannya setinggi 800juta darjah celcius dengan bahan-bahan atom ayng akan dapat meledakkan dirinya dengan hebat sekali.

Menurur A. Baiquni, bahawa pada setiap jangka waktu antara 100 hingga 200juta tahun, pertembunagn besar akan terjadi antara bumi dengan benda-benda angkasa yang lebih daripada hentaman yang berlaku ke atas bumi pada tahun 1908 yang dikenali sebagai “Kejadian Tungusa”. Kejadian yang besar itu terjadi, iaitu pada saat sistem matahari dalam perjalanannya mengelilingi pusat galaksi. Perjalanan tersebut menghampiri kawasan yang berkabut raksasa. Terjadi hal ini kerana masssanya yang besar, kabut raksasa ini akan mengganggu perjalanan komet-komet yang berasal dari kabut Oort yang ikut serta dengan sistem tata suriya kita dan hal ini dapat mengakibatkan pertembungan denagn bumi seperti Tungusa itu. Denagn kejadian itu dapat mengubah arus magma dan paksi bumi sehingga ada kemungkinan kutub Utara terbalik ke Selatan dan sebaliknya Barat menjadi Timur dan Timur menjadi Barat. Tidak mustahil pada waktu itu matahari akan terbit dari Barat dan terbenam ke Timur. Di dalam hadith Rasulullah s.a.w ada menerangkan hal ini.
Ia bersabda yang maksudnya,

“Sesungguhnya yang pertama-tama tanda hari kiamat ialah terbitnya matahari dari sebelah Barat dan keluar sesuatu macam binatang di hadapan orang ramai di waktu siang hari. Mana yang di antara kedua tanda ini keluar lebih dahulu sebelum yang satunya, maka yang satunya itu akan menyusul dalam waktu yang dekat sekali sesudah terjadi yang pertama itu”.

Walaupun ada banyak teori yang berdasarkan kepada pengkajian sains mengenai kehancuran alam semesta ini, namun hakikat sebenarnya adalah pada ilmi Allah, kerana Dialah yang Maha Mengetahui dan menentukan segala-galanya.


sumber

About Us

Recent

Random